Mario, anak muda pemilik rumah besar tempat pesta itu dilaksanakan sedang membereskan ruangan yang sangat berantakan sepertinya habis diterjang gelombang tersebut. Samar-samar masih terdengar alunan lagu Never Gonna Let You Go-nya Sergio Mendez itu, sangat kontras sekali suasana dengan beberapa jam lalu dengan hentakan house musik yang mungkin membuat suasana menjadi hingar bingar. "Hhh...! Berantakan sekali ruangan ini", desahnya sangat berat. Baru saja Rio berjalan melangkah, kakinya langsung terhenti begitu matanya menatap sesosok tubuh yang sedang tergolek di karpet beludru warna merah di ruangan itu. Dia melangkah lebih dekat lagi untuk mengetahui lebih jauh siapa gadis yang tertidur di karpet merah tersebut. "Kasihan..."desahnya lagi seraya berlutut untuk membetulkan pakaian yang tersingkap itu.
"Santi... San... bangun!" Rio mencoba untuk membangunkan gadis itu. "Hmm..." terdengar gumaman kecil dari gadis itu. Kelihatanya dia mencoba untuk bangkit berdiri, namun terasa kepalanya berat sekali. "Ayo... aku antar kamu ke kamar ya. Kamu pasti mabuk.." kata Rio sambil memampah, membawa pergi gadis itu untuk meninggalkan ruangan yang berantakan seperti kapal pecah itu. "Terimakasih Rio.. tapi yang lain pada kemana, apakah pesta sudah selesai", cecar gadis itu kepadanya. "Sudah sejak tadi. Sudah lama mereka pulang", sahut pemuda bernama Rio itu. Kemudian Rio memampah gadis itu menuju ke kamarnya di lantai atas dan membawa gadis itu kekamarnya yang cukup besar, dengan sebuah ranjang di tengah kamar tersebut. Rio membaringkan gadis bernama Santi itu diranjangnya. Dia bermaksud meninggalkan ruangan tersebut, namun sepasang tangan halus mencekal tangannya dengan kuat. Dengan terpaksa Rio duduk disamping dan memandang wajahnya yang cantik milik gadis bernama Santi itu.
"Santi.. kamu tidur aja disini. Besok pagi aku akan antar kamu, soalnya malam ini aku harus membereskan ruangan dibawah", kata Rio kepadanya.
"Biar saja, Rio. Besok aku bantu kamu untuk membereskannya. Sekarang ini kamu disini aja. Temani aku, Hmm..." desahnya lenut ditelinga Rio.
"Bolehkan Rio..." pintanya sambil mengembangkan senyuman manisnya yang menggoda kepada Rio.
"Kamu mabuk Santi.."
"Siapa bilang aku mabuk? Ayolah Rio. Apakah kamu tidak mau melewatkan malam ini denganku Rio? kamu tidak suka padaku Rio", kata gadis itu kepadanya.
"Hhh.." Rio menghembuskan nafsanya dalam dalam.
"Kamu cantik sekali Santi" ujar Rio.
"Lalu.. kenapa kamu mau meninggalkan ku Rio?" kata gadis itu kepadanya.
"Bukan itu Santi.. Aku cuman ingin membereskan ruangan ini, sebelum orang tuaku pulang.." kata Rio kepada gadis itu.
"Kan orang tuamu perginya seminggu Rio.. ayolah Rio, kamu gak usah cemas, aku pasti bantuin kamu ngeberesin rumah ini", rajuk gadi itu kepadanya.
"Rio.. aku pengen banget berduaan bersamamu malam ini", goda gadis beranama Santi itu lagi kepadanya, sambil kedua tangan nya memeluk lereh Rio lebih erat lagi.
Sambil mendesah, menghembuskan nafasnya yang agak panas kewajah Rio. gadis itu langsung melumat bibir Rio. Sebagai pemuda normal, Rio yang cukup berdarah panas dengan gemas langsung membalas ciuman gadis itu dengan menekan kuat kepala gadis itu untuk menambah gairah ciuman mereka. Kedua tangan Rio yang tadinya memeluk badan dan bahu gadis itu, salah satu turun ke bawah untuk meraba pahanya yang putih mulus itu. Desahan Santi yang sudah sangat terbakar gairahnya semakin kuat saja. Tanpa malu malu lagi Santi dengan tidak sabarnya membuka pakaianya yang modal longdress dengan kedua bahunya yang terbuka itu, secara aktraktid Santi membuka satu persatu seolah penari streptease sampai ia telanjang tidak berpakaian lagi saat ini.
Kemudian Santi memegang tangan Rio, untuk kemudian membimbingnya menuju bukit kemaluanya yang sudah sangat basah oleh cairan gairahnya itu. Sedangkan tangan Rio yang satunya lagi dibimbingnya menuju payudaranya yang semakin membusung indah itu. Dengan gairah yang sudah sangat terbakar itu. Sambil terus berciuman dengan nikmatnya. Tangan kiri yang berada di kemaluan bukit kemaluan Santi yang semakin basah saja, terus melakukan tugasnya dengan intens. Dengan jari jari yang agak kasar, Rio menekan-nekan jari tengahnya keluar masukdi bukit kemaluan Santi yang memang sangat inda itu. Sedangkan tangan Rio yang satu lagi dengan asyiknya memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan di kedua putingnya. Santi yang memang sudah sangat bernafsu, tanpa sungkan sungkan lagi mendesah desah dengan sangat kuatnya.
"Rio.. please beri aku kepuasan malam ini Rio. Please, berikan aku kepuasan.. Rio.. Hhh.." desahnya semakin berat saja. Rio yang mendengar kata kata vulgar yang diucapkan Santi, semakin terbakar saja nafsu birahinya. Tanpa melakukan pemanasan yang lama, Rio membuka reitsleting jeansnya ke bawah dan kemudian mengeluarkan batang kemaluanya yang sudah sangat keras dangan kepala kemaluanya yang besar yang sudah berkilat kilat kemerah merahan pertanda sudah semakin banyak saja darah terkumpul disana. Tanpa basa basi lagi Rio membuka bibir kemaluan dan secara perlahan lahan utnuk tidak menyakiti Santi. Rio menyeruakan batang kemaluannya yang semakin tegang dan semakin besar itu kedalam liang kemaluan Santi yang semakin basah saja dengan cairan gairahnya. Sedikit demi sedikit kepala batang kemaluan Rio yang cukup panjang dan besar itu menyeruak, membuka rambut kemaluan yang hitam dan cukup lebat itu dan bibir liang kemaluan Santi.
Sambil diiringi desahan nikamtnya Santi, akhirnya dengan tekanan yang agak kuat, batang kemaluan itu berhasil masuk seluruhnya. Cukup lama dia memendamnya di lorong gelap itu.
"Boleh aku meneruskanya.. San?"pinta Rio kepada gadis itu.
"Yah Rio.. lakukan sayang.. entot aku dengan kuar Rio.. Hhh.. " desahnya lagi semakin kuat. Tidak lama kemudian dengan kedua tangannya berada di kedua pantat Santi yang bahenol dan bagus itu sebagai tumpuan, Rio menghujam-hujamkan batang kemaluannya dalam-dalam, semakin lama semakin cepat. Akibatnya rintihan dan desahan Santi semakin kuat saja, sambil kedua tanganya semakin erat memeluk lereh Rio.
"Oh Rio.. tekan lebih dalam sayang.. Ohh God.. ini enak banget Rio.. Hhh " desahanya semakin keras sambil bibirnya menciumi wajah Rio dengan ganasnya.
Rio yang mendengar desahan Santi hanya tersenyum sambil kedua matanya menatap Santi yang matanya merem melek sedang berkelojotan tidak tahan akibat hunjaman hunjaman batang kemaluan pemuda itu. Mereka melakukan ini sambil berdiri, bisa dibayangkan bagaimana tubuh keduanya saling berpacu cepat dan semakin cepat untuk mengejar kenikmatan mereka masing masing. Cukup lama mereka bermain sambil berdirim Santi sambil memutar mutar pinggulnya ibarat penari streaptress, sedangkan Rio memacu batang kemaluannya bagaikan piston motor yang bergerak secara konstan didalam lembah kemaluan gadis itu. Tak henti hentinya Santi mendesah desah sambil menyebut nama Rio untuk memacunya lebih cepat dan lebih cepat lagi. Dan tidak beberapa lama kemudian, Santi yang memang sudah sangat bernafsu itu, semakin mendesah desah semakin keras pertanda dia akan mencapai pendakian yang tertinggi itu.
Rio yang mengetahui gadis itu akan mendapatkan orgasmenya, semakin memacu batang kemaluannya lebih keras lagi, mengaduk aduk isi kemaluan gadis itu samil menggoyangkan dan memutar mutar pantatnya, Akhirnya...
"Oh Rio.. a.. akk.. kuu.. mau.. nyampe.. saa.. yaa.. nggg.. Hhh.. " desahanya terputus putus.
"Iya sayang.. keluarin aja sayang.. aku juga mau nyampe nih sayang.. ahhh.. sama sama yah sayang.. kita keluarin barengan.. yaahh .. ohh.. goodd.."
Sambil terus memeluk kedua buah pantat Santi yang bahenol itu, Rio terus menghujam hujamkan batang kemaluanya. Terlihat santi memeluk leher Rio dengan sangat kuat dan mencium bibitnya dengan sangat bernafsu sekali. Sedangkan Rio untuk melepaskan gairah kenikmatanya menekan pantat Santi lebih kuat lagi dan menekan batang kemaluanya lebih dalam dan lebih dalam lagi.
Tidak lama kemudian, "Rio.. akkuuu,, keluar,, ohh.. hhh.."
Äa.. kuu.. juga sayang.. hmm..."
"Craat.. Croott.. Crooot.." Akhirnya keduanya menembeakan cairan gairahnya secara bersamaan, tubuh keduanya menegang dan berkelojotan saling berpelukan erat sambil mengeluarkan erang erangan yang menggairahkan. Kemudian Rio menjatuhkan dirinya ke ranjang tidak jauh dari tempat mereka berpacu gairah tadi, disusul kemudian oleh Santi. Kemudian keduanya tertidur saling berpelukan lelah, letih dan nikmat setelah melakukan pertempuran hebat tadi.
♥♦♣♠ Pelangi Q Q Asia ♠♣♦♥
Mari Bergabung bersama kami di Pelangi q q Asia (,) com
Situs Impian Para pecinta dan peminat Taruhan Online!!
Hanya Dengan 1 id bisa main 8 games bos!
Bandar Q | BANDAR POKER | DOMINO 99 | ADUQ | CAPSA SUSUN | SAKONG | POKER
| NEW GAME BANDAR 66
Keunggulan PELANGI Q Q :
- PROSES DEPO & WD MUDAH TANPA RIBET
- PROSES DEPO & WD TERCEPAT
- KARTU-KARTU BERKUALITAS DISAJIKAN
- CS RAMAH & INSPIRATIF SIAP MEMBANTU 24JAM
- TIPS & TRIK MENJADI KEUNGGULAN SITUS INI
- DAN TENTUNYA DEPOSIT YG TERJANGKAU BOS!!(MINIMAL DEPO & WD 25RB)
Tunggu apalagi bos!! langsung daftarkan diri anda di PELANGI Q Q
Bagaimana cara mendaftar? SIMPEL bos!!
cukup kunjungi kami PELANGI Q Q
klik daftar dan daftarkan diri anda
atau bisa juga melalui live chat dan cs kami akan membantu anda 24jam bos!!
CONTACT US :
BBM : D1E0517C
Skype : Pelangi Q Q
FB : Pelangi Q Q
WA : +85515370980


0 komentar:
Posting Komentar